Oleh: rrshizuka | 16/10/2010

Kota Semarang

Kota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah, posisi Kota Semarang terletak di pantai utara Jateng, yang dibatasi oleh sebelah barat kabupaten Kendal, sebelah timur Kabupaten Demak, sebelah selatan Kabupaten Semarang dan utara Laut Jawa. Luas wilayah sekitar 373,67 km2 yang terdiri dari dataran rendah dan tinggi. Tanggal 2 Mei 1547 ditetapkan sebagai harijadi Kota Semarang. Kota Semarang sebagai kota transit regional Jateng, juga memiliki posisi yang penting di tingkat nasional baik dari segi ekonomi, politik, budaya maupun di tingkat keamanan.
Pariwisata Kota Semarang pun tidak kalah menarik dengan kota-kota lain.

Wisata Religi
a. Klenteng Sam Poo Kong

Dibangun oleh seorang dari Tiongkok bernama Sam Poo Tay Djien dalam lawatannya ke Semarang. Klenteng ini memberikan inspirasi bagi berkembangnya berbagai legenda mengenai kota Semarang. Setiap tanggal 29 Lak Gwee penanggalan Tionghoa, diadakan upacara ritual memperingati hari ulang tahun Sam Poo Tay Djien. Diawali dengan pawai dari Klenteng Tay Kak Sie Gang Lombong menuju Klenteng Sam Poo Kong. Tempat ini terletak di Jl. Simongan 129, kurang lebih 3 km dari Simpang Lima ke arah barat daya. Dibuka untuk umum setiap hari selama 24 jam.

b. Masjid Agung Jateng

Masjid Agung Jawa Tengah adalah sebuah bangunan yang mengadopsi arsitektur Masjid Nabawi di Madinah. Untuk penampilan arsitekturnya merupakan gubahan baru yang mengambil model tradisi para wali dengan membubuhkan corak universal arsitektur islam pada bangunan utamanya. Tempat ini terletak di Jl. Gajah Raya, Kel. Sambirejo, Kec. Gayamsari dengan menempati lahan seluas 10 ha dan mampu menampung 13.000 jamaah.
Disamping bangunan masjid, di sini juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penunjang diantaranya, ruang kantor, ruang pertemuan, perpustakaan, hotel, toko cinderamata, dan anda juga dapat menikmati keindahan kota Semarang dari ketinggian 99 meter. Pada Menara Al-Husna ini juga mendapat restaurant yang dapat berputar 360 derajat dan juga museum sejarah Islam.

c. Gereja Blenduk

Terletak di Jl. Letjen Suprapto No. 32, bangunan ini merupakan gereja pertama yang ada di kota Semarang. Dengan gaya arsitektur Phantheon, Gereja Blenduk mulai dibangun pada tahun 1753. kemudian dipugar pada tahun 1894 oleh seorang arsitek Belanda yang bernama HPA de Wilde dan Westmaas. Tempat ini dinamakan Gereja Blenduk karena kubahnya yang menyerupai irisan bola. Oleh masyarakat Semarang dijuluki “mblenduk”. Bangunannya berbentuk hexagonal yang di dalamnya terdapat berbagai interior unik. Ada berbagai kaca patri yang indah, ada orgel yang konon hanya tersisa 2 di dunia, serta bentuk mimbar yang unik. Sampai saat ini Gereja Blenduk masih digunakan sebagai tempat ibadah.

d. Vihara Mahavira

e. Pura Agung Giri Natha

f. Pagoda Avalokitesvara

Bangunan ini terdiri atas tujuh tingkat dimana pada setiap tingkatnya memiliki 4 buah patung Dewi Kwan Im yang menghadap ke seluruh arah mata angin. Hal ini bermakna bahwa Kota Semarang dilindungi dari segala penjuru. Pembangunannya dilatarbelakangi oleh kebutuhan umat Budha akan tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman. Sebelumnya di tempat ini sudah berdiri sebuah vihara kecil sejak tahun 1957. Baru pada tahun 2005 dibangunlah Pagoda Avalokitesvara ini untuk melengkapi tempat ibadah ini. Ada banyak keistimewaan diantaranya relief tanggal dari batu (9 naga), patung Dewi Kwan Im raksasa, Pohon Bodhi (pohon sakral bagi umat budha, yang konon nya dapat tumbuh), Lampu Naga, Patung Burung Hon, Replika Budha Raksasa, Pagoda ini terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan dan terbuka untuk umum setiap hari.

Wisata Alam
a. Tinjomoyo
b. Goa Kreo

Goa Kreo adalah goa yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu Jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Menurut legenda, ketika itu Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh untuk menjaga kayu jati tersebut. Tempat ini dinamakan Kreo yang berasal dari kata “Mangreho” yang berarti peliharalah atau jagalah. Semenjak itu, kawanan kera yang menghuni tempat ini dianggap sebagai penunggu. Dan setiap tanggal 3 Syawal, dilakukan upacara Sesaji Rewanda di tempat ini.
Selain menikmati pemandangan alam yang indah dan udara yang segar, pengunjung dapat menikmati aliran sungai yang berada di bagian bawah. Obyek wisata ini berada di Dukuh Talunkacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunung Pati. Tempat ini dibuka untuk umum mulai pukul 08.00 – 18.00 WIB.

c. Kampoeng Wisata Taman Lele

Obyek wisata ini dahulu dikenal dengan nama taman lele. Di tempat ini terdapat danau buatan yang dikelilingi gazebo untuk beristirahat. Banyak pepohonan yang tumbuh, membuat suasana sejuk dan menyegarkan. Anda juga dapat menikmati sepeda air unyuk berkeliling danau buatan yang berada di tengah-tengah taman. Selain itu juga ada kebun binatang mini yang dapat anda kunjungi. Bagi anak-anak, dapat menikmati kolam renang. Tempat ini cocok dijadikan sebagai persinggahan bagi mereka yang akan mengunjungi Semarang melalui jalur darat pantura. Di tempat ini dilengkapi dengan hotel yang tarifnya terjangkau. Terletak di tepi jalan raya tugu, tempat wisata ini dibuka untuk umum setiap harinya mulai pukul 08.00-18.00 WIB.

Wisata Kota Lama
a. Tugu Muda

Sebuah tugu berbentuk lilin yang berada di tengah persimpangan antara Jl. Dr. Sutomo, Jl. Pandanaran, Jl. Pemuda, Jl. Imam Bonjol, Jl. Mgr. Soegiyopranoto, Tugu ini dibangun sebagai monumen untuk mengenang Pertempuran Lima Hari di Semarang yang terjadi pada tanggal 14-19 Oktober 1945. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Budiyono yang kemudian diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953. Bentuk lilin ini menggambarkan semangat yang tak pernah padam bagi pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan. Pada kaki monumen terdapat relief penggambaran kesengsaraan rakyat Indonesia pada masa penjajahan Jepang.

b. Lawang Sewu

Terletak berdekatan dengan Tugu Muda, gedung megah ini dahulu digunakan sebagai Kantor Pusat Kereta Api atau yang lebih dikenal dengan Nederlandsch Indische Spoorweg Maschaappij (NIS). Mulai dibangun tahun 1903 dengan rancangan arsitektur dari Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Queendag. Masyarakat Semarang lebih mengenal bangunan ini dengan sebutan Lawang Sewu yang berarti Pintu Seribu, karena bangunan ini memiliki pintu dalam jumlah yang banyak.
Sejak peresmiannya tanggal 1 Juli 1907, Lawang Sewu telah diberulang kali beralih fungsi. Setelah kemerdekaan, bangunan ini digunakan sebagai Kantor Djawatan Kereta Api Indonesia (DKARI), kemudian digunakan kembali oleh KODAM IV/Diponegoro sebagai kantor pusat, dan yang terakhir digunakan sebagai Kantor Wilayah Departemen Perhubungan.
Ada banyak tempat yang patut anda kunjungi, diantaranya Ruang Bawah Tanah, Ruang Penyiksaan, Menara Informasi, Bangsal Utama, dan sebagainya. Tempat ini juga sering dipakai sebagai lokasi pengambilan gambar untuk film.

c. Kota Lama

Semarang telah menjadi kota yang strategis di pesisir utara Pulau Jawa. Sejak jaman penjajahan Belanda, baik sebagai Kota Perdagangan maupun ibukota pemerintahan Kolonial Belanda. Sisa-sisa kejayaan pemerintahan Belanda masih tergambar jelas dari kokohnya bangunan yang berdiri di Kota Lama ini. Gedung-gedung tua itu sapai saat ini masih dimanfaatkan sebagai perkantoran, rumah ibadah, maupun restoran diantaranya Stasiun Tawang, Gereja Blenduk, Gereja Gedangan, Nilmij, Taman Sri Gunting, Gedung Marba, Marabunta, De Spiegell. Kawasan ini telah direvitalisasi dan dijadikan kawasan cagar budaya. Untuk menanggulangi rob dan banjir yang terletak di depan Stasiun Tawang. Di sana anda juga dapat berwisata dengan menaiki sepeda air dan menyusuri kawasan citywalk untuk mengenang kejayaan Belanda jaman dahulu.

Wisata Belanja dan Kuliner
a. Wingko Babat

Berasal dari Kota Babat di Jawa Timur, makanan yang terbuat dari bahan kelapa dan beras ketan ini selanjutnya menjadi makanan khas andalan Semarang. Seiring dengan perkembangan jaman, wingko ditambahkan berbagai rasa (rasa buah-buahan) yang semakin menambah cita rasa. Makanan ini dapat anda peroleh di Kawasan Pusat Oleh-oleh Jl. Pandanaran, di Stasiun Tawang, Stasiun Poncol, maupun di pusat penjualannya di Jl. Cendrawasih.

b. Bandeng Presto

c. Tahu pong

Tahu Pong merupakan jenis tahu yang bagian luarnya digoreng keriung sedangkan di bagian dalamnya barongga. Makanan ini sangat nikmat jika disajikan hangat sembari menemani anda minum teh. Tahu pong dapat anda peroleh di sekitar kawasan Jl. Gajahmada dan Jl. Depok.

d. Lumpia

Lumpia terbuat dari rebung yang dibungkus dengan lembaran tepung, dan dapat disajikan dengan 2 cara yakni dengan digoreng, maupun tanpa digoreng. Selain rebung, lumpia dapat diisi dengan daging ayam maupun daging sapi yang diiris kecil-kecil. Lebih nikmat lagi jika disajikan dengan saos khas. Namun, makanan ini tidak dapat bertahan lama. Oleh karena itu, jika anda ingin membawanya sebagai buah tangan sebaiknya anda membeli dalam kondisi yang belum digoreng. Lumpia dapat anda peroleh di Kawasan Pusat Oleh-oleh Pandanaran, maupun di sepanjang Jl. Pemuda (sekitar Pasaraya Sri Ratu), maupun di Jl. MT. Haryono.

Bagi anda yang ingin membeli oleh-oleh dan makanan khas Semarang dapat mengunjungi kawasan di sepanjang Jl. Pandanaran ini. Banyak toko yang menyediakan berbagai buah tangan yang siap anda bawa pulang, diantaranya wingko babat, bandeng presto, lumpia, kue moci, otak-otak, dan juga jajanan lainnya. Seluruh produk yang dijual di tempat ini dijamin bersih, hiegienis, berkualitas baik, dan yang pasti harganya terjangkau karena semua barang sudah dicantumkan label harganya. Di salah satu toko oleh-oleh yang ada di sini, pada setiap akhir pekan anda akan disuguhi atraksi live musik. Sehingga dapat membuat suasana semakin meriah sembari menemani anda berbelanja oleh-oleh khas Semarang.

Wisata Pantai


a. Pantai Marina
b. Pantai Maron

Wisata Margasatwa
a. Taman Margasatwa Semarang

Taman Margasatwa Semarang atau yang lebih dikenal dengan Kebun Binatang Wonosari Mangkang ini merupakan relokasi dari Kebun Binatang Tinjomoyo. Tempat wisata ini berada di pintu masuk Kota Semarang. Tepatnya di Jl. Raya Semarang-Mangkang Km. 17. Dibuka untuk umum mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB. Anda tidak perlu khawatir untuk mengakses obyek wisata ini, karena sarana transportasi yang tersedia menuju Kebun Binatang Wonosari banyak sekali. Di sini anda dapat menyaksikan taman burung dan berbagai koleksi satwa. Selain itu, anda juga bisa naik gajah dan berkeliling area kebun binatang. Fasilitas yang disediakan juga beragam, ada sepeda air, flying fox, dan perahu yang mengelilingi danau.

Wisata Kampung Semawis

Wisata Bendi Semarangan
Berbendi ria mengelilingi Simpang Lima bersama keluarga dapat anda nikmati di setiap minggu pagi. Simpang Lima adalah salah satu tempat yang patut anda kunjungi ketika berada di Kota Semarang. Berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat Semarang, alun-alun ini memiliki banyak sekali tempat menarik yang dapat anda kunjungi. Berada di tengah persimpangan antara Jl. Pandanaran, jl. Pahlawan, Jl. Ahmad Yani, Jl. KH. Ahmad Dahlan, dan Jl. Gajahmada, Simpang Lima menjadi pusat kota dimana terdapat berbagai pusat perbelanjaan, pusat akomodasi, dan juga pusat kuliner yang patut anda coba.
Di akhir pekan, di tempat ini terdapat pasar tiban yang menyediakan berbagai kebutuhan dengan harga yang murah. Sementara itu, di sepanjang trotoar terdapat berbagai macam jenis kuliner yang dapat anda nikmati pada malam hari. Kurang lengkap rasanya jika anda berkunjung ke Semarang tanpa sempat mengunjungi Simpang Lima.

Iklan

Responses

  1. Ternyata Semarang kaya juga yaaaa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: