my poetry

BINGUNG

Dentum jam sungguh terasa
Hingga menit pun berlalu
Ku tetap diam terpaku
Diam tak ada jawaban
Diam tak ada kata
Di persimpangan jalan yang berliku
Diam.. diam.. dan terus diam..
Kata-kata tak terbenak dipikiran
Ku lari ke kanan ku terjebak
Ku lari ke kiri ku terhempas
Detik demi detik
Menit demi menit
Hanya kerumitan yang ku rasa
Waktu yang tak bisa ku putar
Waktu yang tak bisa ku jamah
Hilang entah kemana
Ingin rasanya ku teriak
Teriak lepaskan beban yang ada
Sungguh malang nasibku
Hingga bel berdering ku masih tetap diam dengan kebingungan yang ada

by: Rara Shizuka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: